Perkenbangan Internet di dunia
Internet telah menggantikan posisi perpustakaan ataupun buku yang merupakan gudang ilmu pengetahuan. Semua informasi dari dulu hingga kini termuat dengan cukup lengkap di internet. Situs-situs seperti wikipedia menjadi Perpustakaan online terbesar, dimana hampir semua informasi akan kita peroleh dengan mudah dan gratis (bayar biaya akses internet saja). Belum lagi layanan ebook-ebook gratis yang isinya tidak usang dimakan waktu. Dengan sebuah flash disk 8 GB, kita dapat membawa ratusan bahkan ribuan buku-buku di dalam saku kita.
Negara yang menguasai internet di era milenium dipastikan menjadi negara yang maju jika internet dipergunakan secara bijak terutama dalam bidang riset, pendidikan, administrasi, sosialiasi, networking dan bisnis. Dengan internet, kita mengetahui secara cepat perkembangan riset teknologi di berbagai belahan dunia. Dengan administrasi online, praktik korupsi dalam membuat surat-surat dapat ditekan. Dengan penjualan produk secara online, dapat menurunkan cost of marketing dan cost of employee menjadi lebih rendah.
Dari data Internet World Stats , dalam satu dasawarsa terakhir jumlah pengguna internet (netter) di dunia meningkat drastis. Dari 0.4% pengguna dari seluruh penduduk dunia, kini naik hampir 60 kali lipat di tahun 2008. Dan sejak tahun 2000, pertumbuhan netter dunia naik rata-rata 2% terhadap total populasi dunia.
Tahun
Pengguna Internet
% Penduduk
1995
16,000,000
0.4%
1996
36,000,000
0.9%
1997
70,000,000
1.7%
1998
147,000,000
3.6%
1999
248,000,000
4.1%
2000
361,000,000
5.8%
2001
513,000,000
8.6%
2002
587,000,000
9.4%
2003
719,000,000
11.1%
2004
817,000,000
12.7%
2005
1,018,000,000
15.7%
2006
1,093,000,000
16.7%
2007
1,319,000,000
20.0%
2008
1,565,000,000
23.3%
Dari 1.5 miliar netter saat ini, 41% berada di Asia, kemudian diikuti Eropa 25% disusul Amerika Utara 16%. Dan Afrika menjadi benua dengan tingkat netter terkecil di dunia yakni hanya 5.6%.
Besarnya jumlah di negara Asia sangatlah wajar mengingat lebih 55% penduduk dunia berada di benua Asia yakni 3.7 miliar jiwa dari total penduduk dunia 6.7 miliar jiwa. Sedangkan persentase terbesar netter terhadap total penduduk dunia masih dipegang oleh negara-negara di kawasan Amerika Utara (Amerika Serikat dan Kanada) yang mencapai 73.1%. Sedangkan penetrasi netter di Asia baru mencapai 17.2%.
Persentase Penetrasi Internet di Tiap Wilayah (sumber : www.internetworldstats.com)
Dengan trend pertumbuhan internet dalam beberapa tahun terakhir ini, Indonesia menjadi pangsa pasar netter yang sangat potensial. Diperkirakan untuk tahun 2008, 2009 dan 2010, trend pertumbuhan netter Indonesia akan meningkat rata-rata 20% dari awal tahun 2008 sekitar 25 juta pengguna. Dan diakhir 2008 diperkirakan telah mencapai 30 juta pengguna atau baru hanya 13% penduduk Indonesia menikmati fasilitas internet, jauh dari penetrasi netter dunia yang mencapai 23.5% atau 17.2% di Asia.
Persentase netter Indonesia (13%) masih kalah jauh dengan negara-negara tetanga di Asia seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan China.
· Malaysia : 62.8% netter
* Filipina : 14.6%
* Thailand : 20.5%
* Vietnam : 24.2%
* China : 22.4%
* Korea Selatan : 76.1%
* Jepang : 73.1%
Dalam informasi teknologi bidang internet, Indonesia masih kalah dengan negara-negara tetangga. Hal ini seharusnya menjadi pemicu pemerintah dan penyedia jasa layanan internet agar terus mendorong pertumbuhan internet, baik dari segi fasilitas, kecepatan dan biaya. Dan ditinjau dari UUD 1945, maka jasa layanan internet dapat masuk dalam kategori usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak. Maka, ada baiknya jika pemerintah membentuk UU sekaligus mendirikan perusahaan BUMN penyedia layanan internet ke masyarakat luas mengingat pentingnya internet dalam roda pendidikan dan perekonomian kita.
Status Internet Indonesia
Kehadiran internet bisa dibilang terlambat di Indonesia. Oleh karenanya penetrasi internet kurang begitu besar. Data akhir tahun 2007 dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 25juta jiwa. Diproyeksikan untuk tahun 2008 ini adalah sekitar 33 juta jiwa. Pertumbuhan jumlah pengguna internet per tahun berdasarkan data tersebut adalah sekitar 20an persen. Besar pertumbuhan ini jauh lebih besar dari jumlah pertumbuhan penduduk di Indonesia yang tidak lebih dari 3%. Ini semakin meyakinkan kita bahwa ke depan internet akan menjadi media baru yang akan dinikmati seluruh masyarakat Indonesia seperti halnya televisi sekarang.
Walaupun memiliki pertumbuhan jumlah internet yang cukup besar, tidak demikian penetrasi pengguna internetnya. Dibandingkan dengan Negara lain di belahan dunia, Indonesia tergolong Negara yang memiliki penetrasi pengguna internet paling bawah yaitu tidak mencapai 10%. Kondisi ini cukup ironis mengingat Indonesia yang merupakan Negara kepulauan yang sebenarnya sangat membutuhkan teknologi ini. Selain itu Indonesia memiliki potensi PDB peringkat 20 yang bisa membuka peluang ekspansi pasar internasional melalui internet.
Data yang didapatkan dari webhosting.info semakin memperkuat ketertinggalan Indonesia di bidang pengembangan internet. Indonesia menduduki peringkat 36 dalam jumlah domain yang melakukan hosting di Indonesia yaitu sebanyak 100.000. Bisa dibilang, jumlah website yang dimiliki orang Indonesia hanya 100.000. Ini sangat jauh sekali menyimpang dari peringkat jumlah penduduk Indonesia yang menduduki peringkat 4 dan jumlah PDB Indonesia yang menduduki peringkat 20 dunia. Bahkan Indonesia berada di bawah Thailand dan sedikit di atas Malaysia yang notabene merupakan Negara yang memiliki demografi yang hampir mirip dengan Indonesia dengan jumlah penduduk yang tidak lebih dari 15% penduduk Indonesia.
Berdasarkan Sumber dari internetworldstats.com data update 30 Juni 2008, jumlah pengguna internet di Indonesia menduduki peringkat ke 5 di Asia. Negara yang paling dekat dengan Indonesia (malaysia) menduduki peringkat 9. Sedangkan peringkat pertama diduduki oleh China.
Biaya produksi
APJII mengungkapkan penurunan tarif sewa sebesar 40% bisa mengurangi biaya produksi pada segmen internasional, sehingga harga yang diberikan kepada pelanggan turun 20%-40%.
Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Postel Departemen Komunikasi dan Informatika, mengatakan dalam waktu dekat jajarannya akan menyusun regulasi terkait kualitas layanan atau QoS (quality of service) Internet.
Data statistik industri internet Indonesia 2008
Indikator
Jumlah
PJI (ISP)
274 perusahaan
Warnet
4.000 usaha
Internet Exchange
6 titik
Trafik internasional
5 Gbps
Trafik Internet Exchange
80 Gbps
Pengguna Internet (2007)
25 juta orang
Target 2008
40 juta orang
Sumber: APJII, Dirjen Postel, Aptikom dll
Jenis koneksi Internet di Indonesia
Dial-up
72%
92.4421 pelanggan
XDSL
16%
202.105 pelanggan
Nirkabel (operator)
6%
76.889 pelanggan
Kabel
3%
37.242 pelanggan
Nirkabel (PJI)
2%
23.362 pelanggan
Dedicated*
1%
9.208 pelanggan
Sumber: Synovate 2008
Ket.: *)kecuali Telkom
“Setelah ini [peraturan QoS telekomunikasi], kami akan keluarkan ketentuan kualitas layanan Internet termasuk parameternya,” ujarnya.
Ketentuan kualitas layanan Internet itu akan melengkapi ketentuan kualitas layanan telekomunikasi yang meliputi layanan seluler, jaringan telepon tetap, sambungan langsung jarak jauh, sambungan langsung internasional, dan akses nirkabel tetap.
Penurunan tarif itu mengacu pada dokumen sewa jaringan milik PT Telkom Tbk sebagai penyelenggara jaringan penyedia layanan sewa jaringan dominan. Dari dokumen itu dapat diketahui bahwa penurunan tarif berkisar 46%-81% sesuai dengan jarak untuk point to point (belum ke area end user-nya).
Namun, Ketua Dewa Penasihat Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) Judith M. S. Lubis mengatakan penurunan tarif Internet ritel itu tidak serta-merta menurunkan tarif warung Internet.
Oleh Arif Pitoyo & Roni Yunianto
Bisnis Indonesia
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Mei 2009 (1)
- April 2009 (5)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS